Rangkuman perekonomian Indonesia 2011 ke 2012

9 Jan

Perbankan Indonesia di tahun 2011 merupakan tahun kegemilangan bagi perbankan Indonesia. Bagaimana tidak keuntungan agregat perbankan tahun ini mencapai Rp. 63,6 Triliun. Suatu angka yang fantastis. Patut kita semua bersyukur kepadaNya.

Di tengah gemuruh krisis Eropa dan Amerika Serikat, Indonesia memperoleh penilaian dalam penanganan hutangnya dari Fitch Rating Agency menjadi BBB -/- dengan Outlook positif. Suatu prestasi di tengah keadaan dunia ‘utara’ saat ini.

Sebagai dampak dari perolehan kenaikan peringkat ekonomi Indonesia, perbankanpun memperoleh kenaikan pemeringkatan. Berikut ini adalah pemeringkatan itu.

Bank Rating sebelum Rating Upgrade Outlook
Mandiri BB + BBB – Stabil
BRI BB + BBB – Stabil
BCA BB + BBB – Stabil
BNI BB + BBB – Stabil
BII BB + BBB Stabil
CIMB Niaga BB + BBB Stabil
OCBC NISP BB + BBB Stabil

Tentu peningkatan pemeringkatan menggembirakan. Tetapi yang terpenting adalah status Outlook-nya yang Stabil bagi perbankan. Berarti kenaikan pemeringkatan bisa terus terjadi dan memang aman untuk menginvestasikan dana ke bank-bank ini. Berlainan bila mempunyai outlook Negatif, yang menggambarkan betapa risikonya tinggi untuk berinvestasi di perusahaan yang mempunyai outlook seperti itu.

Tentu di balik yang ‘manis’ ada juga ‘pahit’, bahwa ternyata Indonesia mempunyai Suku Bunga Dasar Kredit yang paling tinggi di kawasan Asia. Hal ini yang membuat Bank Indonesia khawatir. Bank Indonesia terus berusaha menurunkan suku bunga dengan berbagai upaya. Tetapi perbankan nasional belum juga meresponse secara seksama.  Tingginya suku bunga kredit bank di Indonesia membuat iklim bisnis dan investasi kurang kondusif. Akibatnya, daya saing nasional pun merosot. Industri lokal sulit bangkit untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik karena kalah bersaing dengan produk impor yang harganya lebih kompetitif. Bunga kredit seharusnya 8%. Sebagai contoh, Thailand 3,3%; Singapura 4,3%; Brunei 5,5%; Malaysia 6,6%; Filipina 6,6%, Vietnam 10,4%; Indonesia 11,9%; Laos 12,5%.

Perekonomian Indonesia di 2011:

Berbagai asumsi Makro dalam anggaran pendapatan dan belanja negara perubahan (APBN-P) 2011, seperti pertumbuhan ekonomi, inflasi, nilai tukar rupiah, dan harga minyak mentah dipastikan akan tercapai, bahkan melebihi target. Hanya asumsi lifting minyak yang meleset.

Asumsi Makro 2010 – 2012

Uraian 2010 Realisasi 2011 APBN-PAPBN-P                          Realisasi 2012 APBN
Pertumbuhan Ekonomi 6,1% 6.5%                               6,5% 6.7%
Inflasi 7.0% 5.65%                             3,8% 5,3%
Nilai Tukar 9.087 8.700                              8.779 8.800
Tingkat bunga SPN 3 bulan 6.6% 5.6%                                5% 6.0%
Harga Minyak ICP (U$/barel) 79.4 95                                    111 90
Lifting Minyak (ribu barel/hari 951 945                                  905 950

Dengan melihat indikator di atas jelas terlihat keberhasilan pemerintah untuk menstabilkan dan meningkatkan kinerja ekonomi Indonesia. Dengan melihat realisasi 2010 vs realisasi 2011, tidaklah terlalu sulit untuk melihat asumsi makro 2012 akan tercapai. Apalagi bila MP3EI dengan dana sekitar Rp. 400 T akan mulai digelar tahun ini. Hampir dapat dipastikan dalam tahun-tahun mendatang akan terjadi percepatan ekonomi.

Namun berbagai analisis meragukan akan tercapainya asumsi makro 2012, dikarenakan dampak krisis Eropa dan Amerika. Padahal perbankan Indonesia menurut Bank Indonesia hanya mempunyai eksposur di ke kedua benua ini sebesar 20%. Dikatakan juga bila seluruh portofolio ke kedua benua ini default perbankan Indonesia masih akan mempunyai CAR 16%. (Angka yang jauh di atas Basel Accord sebesar 8%).

Untuk pasar modal Indonesia, IHSG ternyata tidak ditutup pada akhir tahun sesuai dengan prediksi analis pasar modal yaitu level 4.000. Namun, secara pelahan level IHSG menanjak dan tidak mustahil di tahun 2012 akan mencapai 5.000 sesuai dengan perkiraan analis. Ini disebabkan oleh mengalirnya modal dari negara-negara karena meningkatnya peringkat kesanggupan ekonomi Indonesia membayar hutang.

Semua indikator ekonomi yang baik ini berdampak kepada meningkatnya kalangan menengah di Indonesia yang sekarang telah mencapai 40 juta orang. Suatu kekuatan ekonomi yang luar biasa untuk mendongkrak PDB Indonesia di tahun 2012. (PDB=Investasi + Konsumsi + Selisih Expor dikurangi Impor).

Pemerintah untuk tahun depan harus bisa menurunkan suku bunga kredit, menjaga agar harga BBM Subsidi tidak naik dan menjaga stok bahan pangan agar harga sembako tidak naik dan tentunya iklim politik sosial yang ahir-ahir ini meningkat.

Hidup Indonesia! Mari kita menyambut 2012 penuh dengan optimisme! Semangat!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: